Posts

Showing posts with the label Old Love Story

Old Love Story #20

         Akhirnya mereka tiba di komplek, karena hari sudah cukup petang, Putri meminta izin kepada Mama, Shasya, dan Al, untuk pamit pulang. Setelah itu mereka masuk  ke dalam rumah tentunya.         ”Awas, Al, naiknya hati-hati, ya.” Ujar Shasya.         ”Iya, sayang.” Jawab Al.         ”Naiknya pelan-pelan.” Tambah Mama.          Dengan hati-hati, Al menaiki tangga rumahnya. Mama dan Shasya pun dengan sabar menuntun Al menaiki tangga. Sesampainya di kamar Al, mama langsung turun untuk mandi dan menyiapkan makan malam.         ”Shas, sekali lagi, thanks, ya. Kamu udah sabar dalam ngadepin aku, kamu mau berbagi suka dan duka bersama aku, kamu mau hidup susah-senang sama aku.” Ujar Al, dengan suara lembut.         ”Kok, kamu ngomongn...

Old Love Story #19

      ”Iya, sih. Tapi, nanti kayak dulu, kakak-adik, tapi adiknya duaan sama cowok lain, kakaknya marah. Kakaknya deket sama cewek lain, adiknya marah! Terus, kita nggak bisa dua-duan donk? Jadi, kamu mau kan?” Al balik tanya.         ”Harusnya kamu tahu, donk, jawabannya. ” Ucap Shasya.         ”Bener nih, berarti sekarang kita pacaran nih?” Ucap Al.         ”Ya . .  bisa dibilang begitu . . Oh ya, Putri tadi nugguin di luar, bentar, aku mau panggil dia masuk, ya!” Pergi ke luar dan menyuruh Putri masuk.           “Eh, Shasya.”           “Put, masuk, yuk! Al mau ngomong sama kamu.” Putri bangun dari kursi seraya berjalan masuk ke kamar rawat itu.”         Di dalam kamar, ”Put, thanks ya, gara-gara kamu aku jadi sadar, bahwa Sh...

Old Love Story #18

        ”Sebelumnya aku mau minta maaf karena selama ini aku udah nyusahin kamu dan Mama. Aku juga udah membuat cerita cinta kamu berantakan. So, aku juga udah pikirin ini semua dan aku mutusin buat balik ke Ausey.” Ujar Shasya pada Alberth.         “Kamu ngomong apa sih! Kamu tuh nggak ngerepotin kita. Dan harusnya aku yang minta maaf karena aku udah nyakitin hati kamu. Sakit hati jauh lebih sakit daripada retak tulang, kan? Aku juga mau minta maaf karena kebodohan aku selama ini. Selama ini aku nggak bisa melihat cinta kamu yang begitu tulus. Dan aku mohon, jangan balik ke Ausey, ya, please! Aku mau membalas semua perasaan kamu ke aku.” Pint a Alberth.         “Aku harus balik ke Ausey, aku itu udah jadi penyebab semua masalah yang ada.” Ucap Shasya kembali.         “Berarti sama aja dengan kamu melarikan diri dari kenyataan. Kamu mau kabur dari semua mas...

Old Love Story #17

        Shasya panik. Ia lalu menelpon mama Al. Ia juga mengeshare kepada Putri, Zizie, dan Yudha kalau Al sekarang kecelakaan dan meminta mereka ke rumah sakit secepatnya.         “Halo, Shas, ada apa?” Tanya mama Belinda.       “Ma, Al kecelakaan. Sekarang dia masuk UGD di rumah sakit Immanuel.”  Ucap Shasya..         “Apa? Ya udah, kamu tunggu di sana. Mama mau ke sana .” Suruh mama.     “Ya, Ma. Aku tunggu.” Ucap Shasya, kemudian terdengar suara di seberang mematikan HP.        Dokter yang memeriksa Alberth keluar dari kamar di mana Al dirawat. Shasya dan Putri yang panik langsung menanyakan kabar Al pada dokter tersebut, “Dok, gimana dengan keadaan Al ?” Tanyannya.        “Keadaannya sekarang sudah agak membaik. Kaki tulang kanannya patah sedangkan pergelangan tangannya retak, mungkin tadi pada saat kecelakaan, ...

Old Love Story #16

   “Tuh, kan . Kamu lihat sendiri dia nangis. Dan sebenarnya aku udah mempertimbangkan semua ini. Dan satu yang perlu kamu ketahui, aku udah ‘jadian’ sama Yudha. Sekali lagi maafin aku. Sekarang kamu kejar dia, dan berikan kalung ini untuknya, kalung ini lebih pantas untuknya.” Ujar Putri.         Alberth berlari mengejar Shasya. Shasya yang tahu dirinya dikejar oleh Alberth, mencoba bangkit. Ia berusaha sekuat mungkin hingga ia pun dapat bangkit dan berlari lagi meskipun dengan langkah yang terseok-seok. Hingga akhirnya ia tidak kuat lagi, ia berhenti di sebuah tempat yang tak begitu jauh dari tempat kejadian tadi. Alberth langsung mendekap erat tubuh Shasya. “Lepasin!” Teriak Shasya berusaha melepaskan pelukan Alberth, tapi tidak bisa.         “Lepasin! Ngapain kamu kejar aku?” Bentak Shasya.         “Shas, kamu jangan marah gitu dong. Aku mau minta maaf sama kamu....

Old Love Story #15

       “Putri, nggak usah basa-basi lagi, deh. Sebenarnya aku suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu. Kamu mau nggak jadi cewek aku? Kalau kamu mau, kamu pokai kalung liontin ini, tapi, kalau kamu nolak aku, kamu boleh buang kalung itu.” Tanya Alberth penuh dengan keberanian dan mengeluarkan kalung dari kotak perhiasaan itu dan memberikannya pada Putri.         “Mmmm . . . gimana ya, kayaknya itu semua akan susah untuk diwujudkan, deh.” Jawab Putri dengan lirih.         “Tapi kenapa?” Tanya Alberth tak percaya mendengar yang baru saja Putri ucapkan.         “Sebenarnya, aku juga suka sama kamu, tapi . . . kayaknya kamu salah orang, deh. Kamu jauh lebih mencintai Shasya, begitu pun dengan Shasya. Cinta itu rela ngelakuin aja asalkan orang yang dicintainya bahagia, kita nggak boleh egois, memikirkan cinta kita sendiri, tapi lihat orang yang kamu cinta...

Old Love Story #14

         Masalah Alberth dengan Shasya sudah membaik, sehingga Al pikir ini waktu yang tepat untuk ‘nembak’ Putri. Masalahnya dengan Shasya akhir-akhir ini membuatnya ketinggalan berita. Tanpa sepengetahuannya, Putri dan Yudha sudah pacaran. Putri menerima Yudha karena dari ia telah mempertimbangakan hal itu. Meskipun Putri mencintai Al, namun kegigihan Yudha membuat Putri kagum, dan merespon balik rasa cinta itu, ia juga sadar bahwa jauh di dalam hati Alberth dan Shasya mereka saling jatuh cinta, namun karena persahabatan yang sudah dijalin sejak lama itu membuat rasa cinta itu tertutup.         Pagi-pagi sekali Al pergi ke rumah Putri. Dia menyuruh Putri menutup matanya, ia membawanya ke taman yang sebelumnya telah dihiasnya. Tak lupa ia membawa kotak perhiasan yang di dalamnya terdapat kalung yang sebelumnya ia beli bersma Shasya.         “Mau ke mana, sih, Al?” Tanya Putri penasa...

Old Love Story #13

         Setelah itu, mereka pulang kembali ke Bogor. Di dalam perjalanan, ternyata ada kecelakaan lalu lintas, jalanan jadi macet, sehingga ketika sampai di Bogor, hari sudah malam. ”Shas, aku antar kamu masuk, ya?” Pinta Ragil. ”Nggak usah, lagian ini kan udah malem, orang rumah juga pasti udah tidur.” Jawab Shasya. ”Nganternya sampai sini aja, Gil. Thanks, ya, udah mau nemenin aku jalan-jalan.” Ucap Shasya.         ”Ya, udah deh, eh titip salam ya buat Alberth, terimakasih udah ijinin aku pergi bareng kamu!” Pinta Ragil.         ”Ya deh. Kamu hati-hati, ya!” Jawab Shasya. Shasya pun keluar dari mobil, dia melambaikan tangannya pada Ragil. Ketika mobil Ragil telah menghilang dari pandangannya, ia berjalan hendak memasuki rumah. Al melihat Shasya tersenyum bahagia ketika keluar dari mobil, senyum yang hampir tak pernah terlihat lagi, maklumlah, setiap kali ketemu, pasti ribut mulu. Karen...

Old Love Story #12

 Sementara itu di rumah . . . Mama heran karena seharian ini dia tidak melihat Shasya, ia bertanya pada Al yang sedang duduk di teras depan rumah. ”Al, Shasya ke mana? Kok, dari tadi sore sampai malam begini Mama belum melihat Shasya?” Tanya Mama Bel inda.         “Pergi, sama Ragil! Di telepon, malah nggak diangkat!” Jawabnya dengan kesal.         “Oh, sama Ragil. Syukur, deh. Mama jadi nggak khawatir lagi.” Ucap mama.         “Nggak khawatir? Ma, Shasya itu dari perginya dari sore, sampai malam gini belum pulang juga, udah gitu dia perginya sama Ragil, Ma. Kalau perginya sama aku sih nggak bakal pulang malam kaya gini, Ma.” Bentak Alberth.         “Kamu kok ngomongnya gitu, sih? Kamu kenapa? Apa jangan-jangan kamu cemburu ya, melihat kedekatan mereka berdua!” Tanya Mama Belinda.         ”Ini bukan...

Old Love Story #11

        Mobil yang membawa mereka melaju dengan cepat tetapi hati-hati, dan hingga akhirnya sampai di sebuah rumah makan yang berada jauh dari kota, tempat keramaian. Rumah makannya tak begitu besar tetapi sangat nyaman untuk tamu yang datang untuk makan, tentunya. Di sini juga menyediakan toko souvenir yang unik dan lucu-lucu.         Setelah perut mereka terisi, Shasya dan Ragil nampaknya ingin juga membeli souvenir. Mereka mondar-mandir mencari souvenir yang pas untuk diberikan kepada seseorang, yang jelas, orang yang sangat special. Shasya melihat sebuah gambar, yang tampaknya muka dari tokoh yang digambar tersebut mirip dengan Alberth. ”Ih, mukanya lucu, ya, mirip Alberth.” gumam Shasya dalam hati, tapi sesaat ia tersadar, ”Tapi, ngapain juga aku beliin buat dia. Dia kan udah jahat sama Ragil, dia juga udah nggak sayang lagi sama aku, ngapain aku pikirin dia, sih!” Gerutu di dalam hatinya, kesal.     ...

Old Love Story #9

        Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa telah satu bulan lebih Shaysa berada di Bogor. Shasya yang pandai bergaul, cepat sekali akrab dengan orang-orang sekitar. Alberth dan Yudha masih tampak sibuk memikirkan Putri. Alberth udah berhasil mendekati Putri. Shasya mendapat teman baru, namanya Ragil. Ragil adalah seorang maasiswa, umurnya kira-kira sepantaran dengan Kevin, kakaknya Shasya. Mereka berkenalan di pesawat. Yup, lebih tepatnya saat Shasya mau ke Bogor, di kebetulan di pesawat mereka berdua duduk bersebelahan, jadi mereka kenalan, daripada nggak punya teman ngobrol, masa selama di pesawat mau diem-dieman aja, nggak enak donk! Mereka juga sempat tukar-tukaran nomor handphone. Waktu itu Ragil ke Jakarta karena Ibunya dikabarkan sakit parah, so, dia pulang untuk menjenguk ibunya. Ternyata rumah ortunya yang di Jakarta itu berada di komplek yang sama dengan rumahnya Alberth. Mereka juga nggak nyangka kalau mereka akan ketemuan lagi. Karena k...

Old Love Story #8

         “Assalamu’alaikum!” Kata mereka berdua menyapa orang-orang yang ada di rumah.         “Wa’alaikum salam. Kalian mandi dulu gih, nanti habis mandi baru makan, Mama udah siapin makan malam buat kalian.” Ujar Mama Belinda.         “Ya, Ma. Oh, ya, ini ada cheesecake untuk Mama.” Ucap Shasya.         “Makasih, ya sayang.” Kata Mama.         Kemudian mereka mandi, setelah itu mereka langsung menuju ruang makan. Di sana, Mama telah menunggu mereka. “Gimana, tadi acara jalan-jalannya?” Tanya Mama Belinda membuka pembicaraan.         “Seru, Ma!” Ucap mereka berdua.         “Ya, sudah. Sekarang kalian makan dulu! Nanti nasi sama lauknya keburu dingin.” Mama Belinda mengingatkan mereka.         “Ya, Ma.” Kat...

Old Love Story #10

        “Hari ini kamu ada acara, nggak?” Tanya Alberth pada Shasya.         “Mmmm . . . kayaknya nanti malam aku ada acara nonton, deh.” Jawab Shasya.         “Sama siapa, Ragil lagi?” Tanya Alberth kembali.         “Iya.” Jawab Shasya dengan tenang.         Alberth memperhatikan Shasya, ia melihat sebuah kalung yang indah tergantung di leher Shasya. Kalung itu seperti baru dilihatnya. “Shas, itu kalung baru, kok aku baru melihatnya?” Tanyannya.         Seraya memegang kalung yang dimaksud Shasya menjawab, “Kalung ini, udah dari seminggu yang lalu, kok.”         “Dari siapa?” Tanya Alberth kembali dengan penuh rasa penasaran.         “Dari Ragil, bagus, ya?!” Seru Shasya dengan riang.     ...

Old Love Story #7

        Tepat setelah Al selesai membayar, Shasya datang.         “Ini, Mas, terima kasih, ya!” Seru pelayan itu.         “Iya.” Ucap Alberth seraya mengeluarkan kartu ATM.         “Sebenarnya itu untuk siapa sih Al?” Tanya Shasya penuh dengan rasa penasaran.         “Kan udah aku bilang.” Ucap Alberth santai.         “Iya, tahu, maksud aku siapa namanya?” Tanya Shasya kembali.         “Inisialnya P. Udah cukup?” Alberth balas bertanya.         “Oh, aku sekarang aku tahu.” Jawab Shasya. Sebenarnya Shasya kecewa karena kalung itu dibeli untuk Putri, bukan dirinya. Tetapi ia juga tidak tahu mengapa hatinya begitu sakit ketika tahu bahwa Alberth sedang dekat dengan cewek lain selain dirinya.    ...

Old Love Story #6

     Seperti biasa, Alberth pulang ke rumahnya untuk mengambil mobil. Selama perjalanan di dalam mobil mereka menyanyi lagu yang diputar sambil bergurau. Hingga tak terasa mereka telah sampai ke tempat yang dituju.         “Kamu mau beli apa sih, Al?” Tanya Shasya.         “Ada, dech. Yang jelas untuk special someone.” Ucap Alberth.         “Ih, bikin aku penasaran aja! Biasanya kamu selalu cerita ke aku. Kamu udah punya pacar lagi?” Tanya Shasya.         “Iya, nanti kamu juga tahu sendiri, tapi nanti janga sekarang, malu nih banyak anak-anak!” Ujar Alberth kembali.         “Iya, dech. tapi janji, ya bakalan kasih tahu.” Shasya terus memaksa, tetapi teman-teman keburu datang menghampiri mereka berdua.         “Woy, ngomongin apaan, sih? Kayaknya seru ba...