Posts

Old Love Story #7

        Tepat setelah Al selesai membayar, Shasya datang.         “Ini, Mas, terima kasih, ya!” Seru pelayan itu.         “Iya.” Ucap Alberth seraya mengeluarkan kartu ATM.         “Sebenarnya itu untuk siapa sih Al?” Tanya Shasya penuh dengan rasa penasaran.         “Kan udah aku bilang.” Ucap Alberth santai.         “Iya, tahu, maksud aku siapa namanya?” Tanya Shasya kembali.         “Inisialnya P. Udah cukup?” Alberth balas bertanya.         “Oh, aku sekarang aku tahu.” Jawab Shasya. Sebenarnya Shasya kecewa karena kalung itu dibeli untuk Putri, bukan dirinya. Tetapi ia juga tidak tahu mengapa hatinya begitu sakit ketika tahu bahwa Alberth sedang dekat dengan cewek lain selain dirinya.    ...

Old Love Story #6

     Seperti biasa, Alberth pulang ke rumahnya untuk mengambil mobil. Selama perjalanan di dalam mobil mereka menyanyi lagu yang diputar sambil bergurau. Hingga tak terasa mereka telah sampai ke tempat yang dituju.         “Kamu mau beli apa sih, Al?” Tanya Shasya.         “Ada, dech. Yang jelas untuk special someone.” Ucap Alberth.         “Ih, bikin aku penasaran aja! Biasanya kamu selalu cerita ke aku. Kamu udah punya pacar lagi?” Tanya Shasya.         “Iya, nanti kamu juga tahu sendiri, tapi nanti janga sekarang, malu nih banyak anak-anak!” Ujar Alberth kembali.         “Iya, dech. tapi janji, ya bakalan kasih tahu.” Shasya terus memaksa, tetapi teman-teman keburu datang menghampiri mereka berdua.         “Woy, ngomongin apaan, sih? Kayaknya seru ba...

Old Love Story #5

Ketika mereka selesai makan mereka pergi keluar untuk berkeliling komplek. Di taman, Putri, Yudha, dan Zizie sudah menunggu. Mereka berkumpul karena Alberth yang mengirim sms ke mereka semua untuk berkumpul di taman karena seseorang yang mau dikenalin ke mereka semua.         “Akhirnya, datang juga! Siapa sih yang mau kamu kenalin ke kita-kita?” Tanya Yudha.         “Sabar, donk, Bro! Ni adalah seseorang yang special di hati aku.” Ujar Alberth.         “Spesial? Tambah penasaran aja!” Timpal Zizie.         “Sebenarnya siapa sih yang mau kamu kenalin ke kita?” Tanya Putri penasaran.         “ Tara ! Dia Shasya, sahabat waktu aku kecil dulu.” Ujar Alberth.         Yudha terkejut melihat seorang cewek cantik muncul dari belakang Alberth, dia dengan reflekberseru, “Cantik...

Old Love Story #4

“Al, mana, Ma? Kok nggak kelihatan, padahal ini kan udah jam 06.00!” Tanya Shasya pada mama Belinda.         “Biasalah, kebiasaan buruknya itu lho, nggak ilang-ilang. Kamu bangunin dia gih, mungkin kalu sama kamu ma mau!” Pinta mama.         “Ya, deh, Ma! Aku ke atas dulu, ya!” Ucap Shasya seraya membawa sarapan untuk Alberth.         “Al, bangun, udah siang ni!” Shasya membangunkan Alberth dengan penuh perasaan.         Alberth yang mencium aroma masakan langsung bangun seketika, “Mm . . . bau masakan apa ni?”         “Iiiih, dibawain makanan aja, langsung bangun!” Goda Shasya.         “Ya, dech, aku mandi dulu, ya! Makasih ya, Say! Mwa.” Bangun seraya mencium kening Shasya.         “Iya, udah sana ! Aku tunggu di sini.” Shasya me...

Old Love Story #3

         Sesampainya di bandara. “Duh, penuh banget sih, Shasya yang mana, ya? Mama nggak kasih tau ciri-cirinya lagi!” Keluh Alberth, akhinya Alberth menelpon mamanya, “Halo, Mama?” “Ya, Al, ada apa lagi?” Tanya Mama. “Shasya itu yang kayak gimana?” Tanya Alberth kembali. “Oh, iya Mama lupa. Dia pakai baju warna Putih volkadot, dan memakai bondu Hitam.” Jawab Mama. “Oh, ya udah, makasih, ya, Ma!” Alberth mematikan HP-nya. Tiba-tiba seorang cewek menabraknya. “Aduh!” Teriak Alberth. “Eh, sorry, ya.” Ucap cewek itu dengan lembut, tampaknya ia lagi sibuk mencari seseorang. “Iya, nggak apa-apa kok.” Jawab Alberth, matanya terus melihat ke cewek itu, “Eh, tunggu bentar, kamu, Shasya?” Tanya Alberth. “Iya.” Jawab cewek itu dengan polos. “Tadi, Mama nyuruh aku untuk jemput kamu di bandara. Sini, aku bawain barang-barangnya.” Ujar Alberth.         Di perjalanan, “Eh, dari tadi kita udah ngobrol, tapi nama pun belum tahu, kenalin ak...

Old Love Story #2

         Sebenarnya dari awal Putri itu udah suka sama Alberth. Tapi Alberth tidak tahu hal itu, begitu pun sebaliknya, Putri tidak tahu kalau Alberth suka pada dirinya. Dan mulai saat itu juga, Alberth dan Yudha memulai ‘perang’ untuk memperebutkan Putri.      Jam berganti jam, hari berganti hari. Tak terasa satu bulan telah berlalu. Peperangan pun semakin memanas. Zizie yang tahu hal itu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.         Seperti hari ini, padahal hari masih pagi, pagi sekali. Alberth yang biasa bangun siang, kali ini harus bangun pagi-pagi [untuk mengajak Putri] karena takut keduluan Yudha.         “Put, Putri!” Teriaknya di depan rumah Putri.         “Iya, sebentar.” Putri berteriak dari dalam seraya berlari kecil untuk membukakan pintu, “ Eh, Alberth. Ada apa, Al?” Tanya Putri heran. ...

Old Love Story #1

         Di suatu minggu pagi yang cerah, ada seorang cowok, pokoknya kalau dilihat sih tampangnya cool deh. Namun hari ini mukanya tampak kelihatan kusut seperti lagi bete. Ya namanya orang lagi kesal, jadi dia tidak memikirkan keadaan di sekitarnya. Kebetulan, ada sebuah sampah kaleng minuman, untuk melepaskan rasa kesalnya, ia menendang kaleng itu dengan sekuat tenaga dan tiba – tiba terdengar suara seorang cewek berteriak kesakitan.         “AAHH, ADUH!!! Siapa nih yang nimpuk aku?”, Teriak seorang cewek.         “Eh, kena ya? Sorry ya, abis tadi aku . . .”, belum sempet si cowok tadi minta maaf, eh udah dipotong duluan sama si cewek.         “SORRY, SORRY, BASAH NIH!!! Makannya kalau mau ngelakuin sesuatu liat-liat donk!!!” Teriak si cewek.         “Ya, mbak kan aku dah bilang sorry, lagian suruh siapa mbak be...