Posts

Love Story #1 (pt. 10)

              Hari ini pun akhirnya datang juga. Sekarang tanggal 6 Juni 2011, tanggal di mana Chieri dkk akan melaksanakan UKK. Chieri berangkat ke sekolah pagi-pagi, dengan maksud agar ia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan ruangan di mana dia akan melaksanakan tes. Ia berangkat dengan gugup. Sesampainya di sekolah, ternyata Radit sudah datang terlebih dahulu.            “Pagi Cheri!” Sapa Radit. Sekarang mereka sudah punya panggilan akrab. Radit panggil Chieri Chery, karena pipi Chieri yang Chubby seperti buah Chery. Sedangkan Chieri panggil Radit itu Adit.             “Eh, Adit.” Jawab Chieri.             “Eh… by the way, tumben si seorang Chieri datang pagi-pagi gini ke sekolah.” Goda Radit.             “Huu… maksudnya muji, apa, apa tuh?” Ba...

Love Story #1 (pt. 9)

Besok adalah hari dimana nasib para anak-anak kelas X berada. Ujian Kenaikan Kelas. Anak-anak kelas X hanya berharap bahwa mereka dapat melewati ujian ini dengan baik, dengan nilai yang sempurna. Di kelas XI juga akan diadakan penjurusan kelas. Ada 3 kelas, IPA, IPS, dan Bahasa. Chieri ingiiiin sekali masuk kelas IPA, karena Kevin yang pintar pasti akan memilih kelas IPA. Radit pun sudah mantap memilih IPA. Tapi Chieri juga ingin masuk kelas Bahasa, ia suka sekali dengan pelajaran English. Ketika ketiganya ingin masuk IPA, namun berbeda dengan sahabat Chieri yang satu ini, Keisha lebih memilih kelas IPS, karena ia sudah memikirkan matang-matang kuliah dan pekerjaannya nanti, sehingga ia memilih kelas IPS.               “Cher, semua alat-alat tulis buat besok sudah disiapkan belum?” Tanya Bunda.             “Iya Bun, ini juga lagi disiapin.” Ucap Chieri seraya sibuk men...

Love Story #1 (pt. 8)

            Berawal dari kejadian di taman, sejak saat itu, Chieri dan Radit menjadi bestfriend dan hingga kin hubungan mereka bertambah dekat. Meskipun Radit orangnya tidak rame dan gokil seperti Kevin, namun Radit pun cukup baik dan bijak, lewat kata-kata ia mampu membuat Chieri menjadi tenang.        Di samping itu, semakin hari, perasaan suka Chieri terhadap semakin bertambah. Namun semakin besar rasa itu, Kevin semakin jauh dari Chieri. Hubungan mereka pun kini terombang-ambing bagaikan kapal di tengah badai laut yang mengerikan, -cielah, hahay-.          Tak teras waktu mereka di kelas X ini tinggal beberapa minggu lagi, bahkan tinggal beberapa hari lagi. Di bulan Juni nanti, mereka akan mengadakan UKK or Ulangan Kenaikan Kelas.       Chieri dan Keisha pun belajar dengan giat. Terlebih Chieri, karena ia mempunyai motivasi “Biasanya cowo pintar juga suka dengan cewe yang pintar pula, ja...

Love Story #1 (pt. 7)

Pulang sekolah, Kelas Chieri pulang paling telat.  Huuh… pulangnya lama amat, sih. Yah, teman-teman di kelas lain udah pada pulang. Pulang sendiri lagi, deh..  Gumam Chieri dalam hati. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kelas pun dibubarkan. “Chieri! Chieri!” Seru Keisha memanggil Chieri. Merasa namanya dipanggil, Chieri berjalan mendekati Keisha. “Lho, Keisha belum pulang?” Tanya Chieri. “Belum lah. Aku kan sengaja nunggu kamu.” Ujar Keisha. “Hah?! Serius, kamu nungguin aku?” Chieri terkejut. “Ia. Ayo cepetan pulang! Udah capek nih, mau tidur di rumah.” Ujar Keisha. “Eh.. Ia, ia. Sebelumnya, makasih udah mau nunggu aku.” Ucap Chieri. “Ia.” Jawab Keisha. “Tau nggak? Udah lama lho, kita nggak pulang bareng…” Ujar Chieri. “Masa???” Tanya Keisha. “Ia.” Jawab Chieri. “Iya ya, kemarin-kemarin aku sibuk ngerjain tugas bareng teman, jadi nggak sempat ketemu ma kamu. Maaf iya.” Ujar Chieri. “Oh, gitu. Iya, ga apa-apa, kok.” ÙÙÙ    ...

Love Story #1 (pt. 6)

Keesokan harinya, Chieri memberanikan diri untuk menemui Radit di kelasnya. Tak lupa ia membawa sebuah cokelat serta sebuah tepak makan. “Pagi semua!” Sapa Chieri pada orang yang ada di kelas. “Pagi.” Jawab mereka. Radit yang melihat Chieri memasuki kelasnya menghampirinya, “Eh, Chieri. Tumben datang ke X 1  ada apa?” Tanya Radit. “Mm… Ini ada cokelat buat kamu, sebagai tanda terima kasih aku yang kemarin.”Ujar Chieri. “Aduh, ga usah repot-repot Cher.” Ucap Radit. “Udah, ga apa-apa. Kamu terima, dong. Oh, ia! Ini aku juga bikinin roti isi buat kamu.” Kata Chieri. “Ah, tambah ngerepotin, nih. Ia udah, deh. Thanks, ia.” Ucap Radit. “Ia, sama-sama.” Jawab Chieri. “Eh, rotinya kita makan sama-sama aja. Yu?!” Tanya Radit. “Eh? Ia udah, deh.” Jawab Chieri. Akhirnya mereka memakan roti isi itu bersama. Namun tiba-tiba Kevin datang. Dengan sigap ia mengambil sepotong roti isi itu. “Ih, Kevin! Kamu apa-apaan, sih?!” Bentak Radit kesal. “Nggak usah sewot, napa.” Ja...

Diary of Chieri (Marah)

"Chier, bantuin sih, masa kita seni rupa nggak ada nilainya coba, masa cuma 56 (--_--)" Pinta Ben penuh harap padaku. Yah, bukannya aku nggak mau bantu. Sorry sorry aja nih. Asal kalian tahu ya, kemarin-kemarin dia juga pernah bahkan sering kayak gitu. Suatu hari, "Chier, bantuin kita bikin senrup sih, kita yang bikin, ira cuma bantu kita aja, yah. Chier kan baik." Pintanya. Yah seketus-ketusnya aku, sejutek-juteknya aku, aku nggak bisa nolak  pintanya dia, apalagi dia temen sebangku aku, yah aku bantu dia sebisa aku, tapi apa balesan dia, dia malah cuek, nggak nanggepin usaha aku buat bantu dia, dia malah cuek aja, dengan santainya. Lihat, sekarang kamu kena batunya! Sekali lagi, bukan aku yang nggak mau bantuin kamu. Aku tuh care sama kamu! tapi kenapa kamu nggak care sama aku?! di saat kamu susah, aku selalu ada buat kamu, tapi giliran kamu senang, kamu ninggalin aku, kamu tuh jahat tahu nggak!!! Emang sih kadang aku suka ninggalin kamu yang kesusahan, dan t...

Diary of Chieri (Galau)

Dear diary, saat yang kutakutkan akan datang. Ternyata banyak lho teman-teman di kelas yang minta rolling teman sebangku + tempat duduk. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, rasanya kok nggak ada yg cocok ya sama sifat aku (--_--) kalo duduk sama cewek, pasti bawelnya minta ampun dah, tapi duduk sama cowok ternyata lebih bawel, huftt . . . Jujur, nyari teman sebangku yang cocok sama sifat aku juga bisa diajak kerja sama dan saling menguntungkan itu susah banget. Kemarin aku diajak duduk bareng sama orang pintar di kelas, hmm tapi gimana ya, pasti susah nyainginnya, sifat dia yg rajin, pintar, perfect, aku nggak bisa nyeimbangin dia, kan kasian dianya. Jadi sementara ini aku memilih duduk sama si cowok playboy itu lagi >,<